fbpx
(0 pemilihan)

Zaman berubah ? Benarkah ? Terus apa beda dulu dengan sekarang ?

Mantan Presiden General Electric Company, Jack Welch, berpendapat bahwa sifat kepemimpinan yang paling penting adalah “Prinsip Realitas’, maksudnya ialah : ‘Anda harus menghadapi dunia seperti apa adanya, bukan seperti apa yang Anda inginkan.’

Dan faktanya, era kini bukanlah lagi zaman perburuan, atau zaman pertanian, dan atau zaman industri, bahkan bukan lagi zaman informasi; sekarang ini adalah zaman komunikasi. Zaman telah berubah, itulah realitanya, dan kita harus menghadapi itu, kita tidak bisa berpura-pura dan membohongi diri seakan berada di zaman yang kita inginkan terus. Dan konsekuensinya di setiap zaman yang berubah, membuat ‘pertarungan’ di dunia kerja juga berubah, menjadi berbeda dengan sebelumnya. Cara kerja di zaman industri tanpa komputer dan di era telah ada teknologi informasi memiliki cara yang berbeda, dengan demikian kualitas dan kualifikasi SDM sebagai pekerjanya juga pastilah berbeda.

IQRA ! Pikirkanlah …. Dan Inilah Perubahan Itu

Dulu, perusahaan fokus mampu memenuhi tuntutan pasar, sekarang perusahaan harus mampu mempengaruhi tren pasar.  Dulu, perusahaan berusaha untuk mencapai standar kualitas produk,  sekarang perusahaan harus bisa melakukan inovasi. Dulu, operasi dilakukan secara manual, yaitu dengan SDM, sekarang operasi dilakukan secara otomatis yaitu dengan teknologi. Dulu, perusahaan secara sederhana hanya mencari pekerja atau worker, sekarang yang dicari adalah knowledge worker, pekerja yang berpengetahuan. Dulu, perusahaan memiliki kecenderungan homogenitas, sekarang lebih heterogen. Dulu, Perusahaan memiliki banyak pegawai ( multi people ), sekarang pegawai tidak harus banyak yang penting  dapat melakukan multi tugas ( multitasking person). Dulu etika tidak terlalu diperhatikan, sekarang etika telah menjadi bagian dari hukum. Dulu Hubungan atasan - bawahan lebih formal, sangat hierarkis dan senioritas sekarang lebih cenderung informal, bukan berdasarkan lama atau berapa  usianya, namun lebih kepada kompetensinya. Semua pekerja sejajar dan yang membedakan adalah kompetensi.

Menghadapi tantangan-tantangan di dunia kerja pada masa sekarang, seorang job seeker perlu untuk mempersiapkan diri, perlu meningkatkan kompetensi, agar dapat menjadi Sumber Daya Manusia yang lebih berkualitas. Kompetensi tersebut antara lain kemampuan leadership dan entrepreneurship, kemampuan berinovasi, melek teknologi, kemauan untuk terus menerus belajar, memiliki kemampuan untuk sensitif terhadap kebudayaan yang berbeda, memiliki pola pikir luas dan memiliki lebih dari satu keahlian, memiliki motivasi dan komitmen yang tinggi, serta global minded dan kemampuan bahasa asing yang baik.

Mengapa demikian ?

Pertama, perusahaan di era kini akan lebih menyukai pekerja biasa, tapi memiliki mindset konstruktif dan mental petarung, dari pada harus merekrut seseorang yang sudah terlalu pintar dengan IPK melambung tinggi dan gelar seabrek. Alasannya karena  seseorang yang biasa saja tapi memiliki kemampuan untuk terus belajar akan lebih baik bagi perusahaan daripada seseorang yang sudah terlalu pintar dan merasa telah memiliki cukup ilmu untuk melakukan banyak hal.

Kedua, dunia kerja semakin menuntut spesialisasi. Spesialisasi dibidang tertentu yang mendalam, hingga pada level kompeten, orang-orang yang kemudian disebut sebagai para talen; ada ahli compensasi  & benefit, ahli organizational development,  spesialis industrial relations  dan seterusnya. Demikian pula bidang-bidang lainnya. Oleh karena itu kebutuhan akan tenaga kerja yang memiliki profesionalisme dan manajerial skill yang berbasis kompetensi sudah merupakan tuntutan.

Ketiga, berdasar hasil survey Nasional Assosiation of Colleges and Employers USA (2002) terhadap 457 pimpinan perusahaan menyatakan bahwa Indeks Kumulatif Prestasi (IPK) bukanlah hal yang dianggap penting dalam dunia kerja. Yang jauh lebih penting adalah sotfskill antara lain kemampuan komunikasi, kejujuran, kerjasama, motivasi, kemampuan beradaptasi dan kemampuan interpersonal dengan orientasi nilai pada kinerja yang efektif.

Selain itu, menurut Spencer & specer ada 2 (dua) kompetensi yang berkaitan dengan bidang kerja, yakni Generic competencies, dan Functional competencies. Generic competencies yaitu kompetensi yang perlu ada pada semua pegawai yakni soft skills dan sikap mental dalam bekerja.  Functional competencies yaitu kompetensi khusus yang diperlukan bagi suatu fungsi atau pekerjaan tertentu, yakni hard skills dan kemampuan teknis.

IQRA ! Apakah ada sekolah yang mengajarkan ini ? Pikirkanlah ….

Selain itu ada 3 (tiga) unsur utama yang harus dipenuhi agar seseorang dikatakan memiliki kompetensi  yang meliputi kompetensi knowledge (cognitive domain), skill (psychomotor domain), serta attitude (affective domain). (Jayagopan Ramasamy, Malaysia 2006). Dalam teori tersebut dikatakan bahwa kompetensi harus bisa diukur (measurable), dinilai, ditunjukkan (demonstrable) dan diamati (observable) melalui perilaku pada saat melaksanakan tugas. Sasaran akhir dari kompetensi adalah perilaku yang diharapkan (desired behaviour) dan perlu ditunjukkan dalam melaksanakan tugas. Knowledge: diukur melalui ujian penilaian yang dilaksanakan, Skill : diukur dengan mengikutsertakan  ke dalam pelatihan-pelatihan tertentu dan Attitude: diukur secara lebih subjektif melalui penilaian terhadap perilaku yang ditunjukkan dalam melaksanakan tugas. Knowledge (melalui pendidikan), Skill (melalui pelatihan) dan Attitude yg harus dimiliki oleh tenaga kerja disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha/dunia kerja dengan menggunakan konsep Link and Match. Ketrampilan soft skill yang meliputi leadership, kreativitas, komunikasi, kejujuran dan fleksibel, memang dapat dilatih dan disiapkan, namun perubahan-perubahan dalam organisasi termasuk budaya organisasi juga dapat menyumbang terhadap peningkatan softskill tenaga kerja.

Jadi pertimbangan perusahaan dalam memilih profesional tidak lagi didasarkan hanya pada loyalitas, akan tetapi juga memprioritaskan profesional yang mampu menawarkan knowledge, skills, attitude, entrepreneurial orientation dan communication.

Sekali lagi IQRA ! Pikirkanlah ….

Zaman telah berubah, itulah realitasnya. Dan sangat cepat perubahannya. Dunia kerja juga berubah, pekerja dituntut memiliki kompetensi yang terukur, profesional, spesialisasi lebih dalam, sekaligus dituntut untuk multy tasking. Bisa jadi seseorang akan beberapa kali berpindah tempat atau bidang kerja. Semua dituntut cepat, cerdas, profesional, berkompetensi, tahan banting dalam kompetisi, sekaligus bermoral : jujur, bertanggungjawab, berbuat terbaik, mampu memotivasi dirinya dan semisal itu. Maka Agar Anda mampu bertahan dalam dunia KOMPETISI anda harus kompeten dalam memiliki KOMPETENSI.

Kompetensi yang sperti apa ? kompetensi yang dikembangkan berbasis dari potensi diri atau talen. Ya talen atau bakat yang ada pada setiap diri kita, juga pada diri anak Anda. Semoga dengan demikian kita lebih mudah dalam menggali ilmunya dan lebih mudah dalam mengembangkan potensi diri kita. Dan bila kita telah memiliki kompetnsi, dan dengan kompetensi tersebut kita mampu berkarya kebajikan, produktif untuk banyak orang, yang kompetensinya tersebut dikembangkan dari talen kita, maka kita akan mendapatkan rasa Bahagia luar biasa. (QS 17 : 84).

Tentu selain untuk diri Anda, pastinya  Andapun ingin putra-putri Anda bisa sukses, berkarya dan hidup bahagia, maka carilah sekolah yang mengajarkan ini semua ….

IQRA ! Adakah sekolah yang mengajarkan ini ? Dimana ?

Ya Allah tunjukilah aku jalan yang lurus…

Baca 29951 kali Terakhir diubah pada Kamis, 06 Agustus 2020 07:46
SMP AL-FATIH

Adab Sebelum Ilmu, Ilmu Sebelum Amal

Selengkapnya di dalam kategori ini: « Panduan Penerimaan Siswa Baru